ALINEAZONA – Mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) memperkenalkan Wordwall sebagai alternatif media pembelajaran interaktif kepada fasilitator Children Class (CC) di Saijo, Jepang. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui Meeting via Zoom pada Sabtu (19/9/2026).
Wordwall merupakan platform pembelajaran digital yang menyediakan berbagai aktivitas interaktif, seperti kuis, mencocokkan pasangan, roda acak, hingga permainan pembelajaran. Beragam pilihan tersebut memungkinkan materi dikemas dalam bentuk aktivitas yang lebih bervariasi dan disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran.
Kegiatan bertajuk “Penguatan Kompetensi Digital Fasilitator Children Class melalui Pemanfaatan Wordwall sebagai Media Pembelajaran” ini bertujuan memberikan pemahaman dan keterampilan dasar kepada fasilitator dalam memanfaatkan Wordwall sebagai salah satu alternatif media pembelajaran interaktif. Pengenalan tersebut diharapkan dapat membantu fasilitator memilih dan mengembangkan aktivitas pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak di Children Class.
Pengenalan Wordwall menjadi salah satu kegiatan pendukung dalam rangkaian program pengabdian “Pendampingan Fasilitator CC untuk Penguatan Karakter Kebangsaan melalui Cerita Anak Islami Berbasis Budaya Madura bagi Anak Diaspora di Saijo, Jepang.” Melalui kegiatan ini, fasilitator diperkenalkan pada alternatif media digital yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran di Children Class.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari keterlibatan mahasiswa dalam Abdimas Trunojoyo International Community Service Scheme 2026 Universitas Trunodjoyo Madura (UTM). Kegiatan dilaksanakan oleh Asna Rahma Auliya, mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA FKIP UTM, dengan pendampingan dosen Siti Eneng Sururiyatul Mu’aziyah, S.P., M.Pd.
Dalam pelaksanaannya, fasilitator diperkenalkan dengan berbagai fitur dan template yang tersedia pada Wordwall. Materi pelatihan meliputi pengenalan platform, pemilihan template, pembuatan aktivitas, pengaturan materi, hingga cara membagikan aktivitas yang telah dibuat.
Beberapa templat yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut antara lain Quiz, Matching Pairs, Random Wheel, Open the Box, dan Match Up. Melalui contoh penggunaan berbagai template tersebut, fasilitator memperoleh gambaran mengenai cara mengemas materi pembelajaran ke dalam aktivitas digital yang lebih menarik dan bervariasi.
Pelatihan juga dilengkapi dengan demonstrasi secara langsung mengenai tahapan penggunaan Wordwall. Fasilitator diajak memahami proses mulai dari memilih template, memasukkan materi atau pertanyaan, melakukan pengaturan aktivitas, hingga membagikan aktivitas kepada peserta didik. Selain itu, peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan terkait kemungkinan pemanfaatan Wordwall dalam kegiatan pembelajaran.
Salah satu fasilitator Children Class, Syarifa Nur’aini, menyampaikan bahwa Wordwall memiliki berbagai fitur dan pilihan aktivitas yang menarik serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran “Wordwall cukup menarik karena menyediakan banyak fitur dan pilihan aktivitas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran. Setelah mengikuti kegiatan ini, saya tertarik untuk mencoba menggunakannya dalam pembelajaran, khususnya di Children Class. Selama ini saya lebih sering menggunakan Mentimeter untuk kegiatan interaktif, sedangkan Wordwall ternyata memiliki lebih banyak pilihan aktivitas yang dapat disesuaikan,” ujar Syarifa.
Antusiasme peserta terhadap pengenalan Wordwall menunjukkan adanya ketertarikan terhadap pemanfaatan media digital dalam mendukung kegiatan pembelajaran. Fasilitator juga memperoleh gambaran mengenai beragam bentuk aktivitas yang dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik anak di Children Class.
Melalui kegiatan ini, fasilitator diharapkan memiliki tambahan wawasan dan keterampilan dalam memanfaatkan media pembelajaran digital sebagai salah satu alternatif dalam kegiatan Children Class. Pemanfaatannya dapat disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, materi yang disampaikan, serta karakteristik anak yang mengikuti kegiatan.
Keterlibatan mahasiswa dalam rangkaian Abdimas Trunodjoyo International Community Service Scheme 2026 menjadi bagian dari upaya menghubungkan pengalaman akademik mahasiswa dengan praktik pengabdian kepada masyarakat. Setelah pelatihan daring, rangkaian program pengabdian akan dilanjutkan dengan praktik dan pendampingan di Saijo, Jepang, pada Oktober–November 2026.
