TAICANG, CHINA, ALINEAZONA. MAY 2026 — Peneliti muda KOPI ALINEA asal Indonesia, Imrotun Nadifah, berhasil mencuri perhatian peserta internasional dalam ajang 2026 International Conference on Artificial Intelligence and Education yang diselenggarakan di Taicang, China pada 13–15 Mei 2026. Konferensi bergengsi tersebut diikuti oleh delegasi akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan dari 22 negara yaitu China, Czech Republic, Rusia, Amerika Serikat, Inggris, Maroko, Hongkong, Singapura, Vietnam, Thailand, Jerman, Malaysia, Indonesia, Italia, Macau, Spanyol, Kanada, Turki, Taiwan, India, Filipina, hingga Chile.
Dalam forum internasional tersebut, Imrotun Nadifah mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul “The Influence of Technology Readiness and Self-Regulated Learning on Student Engagement: The Mediating Role of Digital Literacy in AI-Supported Learning Environments.” Penelitian tersebut membahas bagaimana kesiapan teknologi dan kemampuan belajar mandiri siswa dapat memengaruhi keterlibatan belajar melalui peran literasi digital di lingkungan pembelajaran berbasis Artificial Intelligence (AI).
Paparan penelitian dari Indonesia tersebut mendapat perhatian karena mengangkat isu yang sangat relevan dengan transformasi pendidikan global di era digital dan AI. Penelitian ini dinilai memberikan gambaran penting mengenai kesiapan peserta didik menghadapi sistem pembelajaran modern yang semakin terintegrasi dengan teknologi kecerdasan buatan.
Konferensi internasional ini menghadirkan sejumlah tokoh dunia di bidang Artificial Intelligence dan pendidikan sebagai keynote speaker. Salah satunya adalah Prof. Youmin Xi, Executive President of Xi’an Jiaotong-Liverpool University sekaligus Pro-Vice Chancellor of the University of Liverpool, dengan pidato berjudul “Embracing Future: Talent & Education in the Digitalisation and AI Era – XJTLU’s Exploration and Actions.”
Selain itu, hadir pula Prof. Xiaojun Zhang dari Xi’an Jiaotong-Liverpool University, China, yang membawakan materi “Syntegrative Education: A New Education Model for the AI Era.” Prof. Fei Wu dari Zhejiang University turut memaparkan program “AI Stepwise Training and Empowerment Program (AI STEP).”
Konferensi juga diisi oleh para akademisi internasional lainnya seperti Prof. Biao Huang, Prof. Manolis Mavrikis dari University College London, Prof. Henk Huijser dari Queensland University of Technology Australia, Prof. Youqing Wang, Prof. Shengquan Luo, Prof. Gurpinder Singh Lalli, Prof. Shuai Wang, hingga Prof. Stuart Perrin yang membahas perkembangan AI, etika pendidikan, transformasi digital, hingga ekosistem pendidikan masa depan.
Dalam keterangannya, Imrotun Nadifah menyampaikan rasa bangga dapat mewakili Indonesia di forum internasional tersebut.
“Konferensi ini menjadi pengalaman yang sangat berharga karena saya dapat berdiskusi langsung dengan para akademisi dunia mengenai perkembangan Artificial Intelligence dalam pendidikan. Saya berharap penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pembelajaran yang lebih adaptif, inovatif, dan mampu meningkatkan keterlibatan siswa di era digital,” ujar Imrotun Nadifah.
Ia juga menambahkan bahwa perkembangan AI seharusnya tidak hanya dipandang sebagai tantangan, tetapi juga peluang besar untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih efektif dan inklusif.
Keikutsertaan Imrotun Nadifah dalam konferensi internasional tersebut menjadi bukti bahwa peneliti muda Indonesia mampu bersaing dan berkontribusi dalam pengembangan riset global, khususnya pada bidang Artificial Intelligence dan pendidikan digital.
Editor: Siti Fatima Azzahra
