YOKOHAMA, ALINEAZONA. Oktober 2025 — Salah satu peneliti dari Komunitas Peneliti Alinea (Kopi Alinea), Thoriqi Firdaus, berhasil membawa risetnya ke kancah internasional dengan memaparkan tentang pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam pendidikan. Ia menjadi salah satu presenter dalam ajang bergengsi 2025 7th International Workshop on Artificial Intelligence and Education (WAIE 2025) yang diselenggarakan di Yokohama, Jepang, pada 27–29 September 2025.
Konferensi ini diselenggarakan oleh Kogakuin University, Jepang, dan IEEE, dengan menghadirkan peserta dari berbagai negara seperti Taiwan, Korea Selatan, Amerika Serikat, Jepang, Thailand, Filipina, Malaysia, Meksiko, Tiongkok, Italia, Yordania, Vietnam, Afrika Selatan, Inggris, Latvia, Jerman, dan India.
WAIE 2025 juga menampilkan tiga keynote speakers terkemuka, yakni Prof. Guandong Xu dari The Education University of Hong Kong, Prof. Eric Tsui dari The Hong Kong Polytechnic University, dan Prof. Yong Jin Kim dari Sogang University, Korea Selatan. Mereka membahas berbagai isu mutakhir seperti pemanfaatan Large Language Models dalam inovasi pendidikan, penerapan Generative AI untuk pembelajaran personal, hingga transformasi ekonomi digital melalui teknologi blockchain dan stable coins.
Dalam forum internasional tersebut, Thoriqi Firdaus mempresentasikan penelitian berjudul “The Role of Artificial Intelligence in Science Education: Enhancing Student Engagement and Preparing the Foundations for Future Education through Digital Literacy.”
Penelitian ini mengupas bagaimana kecerdasan buatan dapat menjadi jembatan antara konsep sains dan literasi digital, membantu mahasiswa memahami materi dengan lebih interaktif, serta menumbuhkan budaya belajar yang adaptif terhadap teknologi.
“Kecerdasan buatan bukan hanya alat bantu, tapi juga mitra berpikir yang mampu menumbuhkan daya kritis dan rasa ingin tahu mahasiswa. Melalui AI, proses belajar tidak lagi satu arah, tetapi dialogis dan personal,” ujar Thoriqi Firdaus.
Ia menambahkan bahwa konferensi seperti WAIE 2025 menjadi wadah penting untuk bertukar gagasan lintas negara tentang bagaimana AI dapat membentuk wajah baru pendidikan global.
“Forum ini memperlihatkan bagaimana dunia sedang bergerak menuju ekosistem pendidikan yang kolaboratif dan berbasis data. AI memberi peluang bagi pendidik dan peneliti untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan berkeadilan digital,” imbuhnya.
Keterlibatan peneliti muda seperti Thoriqi di forum internasional ini menjadi bukti bahwa potensi riset Indonesia semakin diperhitungkan di tingkat global. Melalui keikutsertaannya, Kopi Alinea menunjukkan komitmennya dalam mendukung riset-riset yang berpihak pada inovasi dan kemajuan pendidikan berbasis teknologi.
Editor: Farah L.N.A
