YOGYAKARYA, ALINEAZONA – Evolenia.id powered by PT. Komunitas Peneliti Alinea kembali menghadirkan program penguatan soft skill bagi generasi muda melalui kelas daring bertajuk “Public Speaking Sharing: From Nervous to Notable – Serunya Belajar Public Speaking”. Kegiatan yang digelar pada 22 November 2025 pukul 09.00 WIB melalui Zoom Meeting ini menghadirkan Fina Istifadah, seorang public speaking enthusiast, sebagai pemateri utama. Acara ini digratiskan 100% bagi peserta dan terbuka untuk pelajar, mahasiswa, maupun umum, dengan fasilitas e-sertifikat, kesempatan memperluas relasi, dan bekal ilmu praktis untuk pengembangan diri.
CEO Evolenia.id, Risky Andayani Rosediana, S.Tr.T., M.Eng, menjelaskan bahwa kelas ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Di tengah persaingan global, menurutnya, kemampuan berbicara di depan umum tidak lagi sekadar pelengkap, tetapi sudah menjadi kebutuhan. Banyak anak, pelajar, mahasiswa bahkan profesional yang sebenarnya cerdas dan kreatif, namun tidak percaya diri untuk menyampaikan gagasan mereka. Evolenia melalui program ini ingin menyediakan ruang belajar yang aman, menyenangkan, dan bersahabat, tempat di mana peserta bisa berlatih, bereksperimen, dan meng-upgrade kemampuan public speaking tanpa takut dihakimi.
Risky menambahkan bahwa kelas kali ini terasa istimewa karena peserta tidak hanya disuguhkan teori, tetapi juga diajak menyimak perjalanan nyata seseorang yang dulunya pemalu, gugup, dan berpikir seribu kali sebelum bicara, lalu perlahan bertumbuh bersama Evolenia hingga berani memandu acara dan tampil sebagai pembicara di berbagai forum.
Suasana webinar pada awal sesi berjalan cukup hening. Mayoritas peserta yang didominasi anak muda, khususnya siswa SMA dan mahasiswa, tampak masih malu-malu dan belum percaya diri untuk menyalakan mikrofon. Ketika ditanya perasaan mereka jika harus berbicara di depan umum, muncul beragam pengakuan jujur ada yang mengatakan gemetaran, ada yang mengaku langsung sakit perut, ada pula yang merasa pikirannya mendadak blank.
Pada sesi tanya jawab, sebagian besar peserta bahkan memilih bertanya melalui kolom chat karena belum berani menyampaikan pertanyaan secara langsung. Namun seiring berjalannya sesi dan setelah pemateri memantik kesadaran tentang pentingnya keberanian berbicara, suasana mulai mencair. Satu per satu peserta memberanikan diri untuk on mic, menyampaikan pendapat, bertanya, bahkan mencoba mempraktikkan teknik perkenalan diri di hadapan peserta lain.
Dalam pemaparan materi, Fina Istifadah membuka sesi dengan berbagi kisah pribadinya. Ia menceritakan bagaimana dulu ia pernah berada di posisi yang sama dengan para peserta: gugup, tidak percaya diri, dan selalu takut salah ketika harus menyampaikan sesuatu di depan banyak orang. Dari titik itulah ia mengajak peserta untuk melihat bahwa rasa nervous bukan untuk dihindari, melainkan untuk dikelola dan dijadikan pijakan untuk bertumbuh.
Setelah itu, Fina menguraikan pentingnya public speaking dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari dunia kampus, dunia kerja, hingga interaksi sosial sehari-hari. Ia menjelaskan cara mengatasi rasa gugup sebelum tampil, strategi membangun kepercayaan diri, serta teknik dasar public speaking seperti mengatur intonasi suara, menjaga kontak mata, mengelola bahasa tubuh, dan menyusun alur bicara yang runtut. Sesi kemudian mengalir menjadi ruang diskusi dan tanya jawab, di mana peserta bisa mencurahkan kesulitan mereka sekaligus mendapat umpan balik langsung.
Fina menggarisbawahi bahwa public speaking bukanlah bakat instan yang hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu. Menurutnya, percaya diri dan kemampuan berbicara di depan umum adalah keterampilan yang dapat dilatih oleh siapa saja selama ada kemauan untuk belajar dan keberanian untuk mencoba. Inti dari seluruh materi yang ia sampaikan adalah mengajak peserta untuk berteman dengan rasa takut, bukan tunduk pada rasa takut itu sendiri. Salah, menurutnya, adalah bagian dari proses belajar, dan justru dari kesalahan itulah seseorang bisa mengetahui apa yang harus diperbaiki.
Sebagai pemateri, Fina mengaku bangga dan bersyukur bisa menjadi bagian dari webinar ini. Ia merasa senang dapat membersamai peserta memahami dasar-dasar public speaking dan cara mengurangi rasa nervous, baik sebelum naik panggung maupun ketika sudah berada di depan audiens. Ia menegaskan bahwa materi yang ia bagikan bukan sekadar teori, melainkan rangkuman dari pengalaman pribadi dan pembelajaran yang ia dapatkan sejak mulai terjun di dunia public speaking. Fina berharap setelah mengikuti webinar ini, para peserta akan lebih percaya diri, berani mengambil kesempatan untuk berbicara, dan terus mengasah kemampuan mereka hingga mencapai puncak karier yang diimpikan.
Dalam kesempatan yang sama, Fina juga menyampaikan apresiasi kepada Evolenia Soft Skill Academy yang menurutnya telah menjadi jembatan penting dalam perjalanan pengembangan dirinya. Di Evolenia, ia mengaku banyak belajar, mendapatkan kesempatan tampil, dan berproses hingga menjadi seperti sekarang. Ia berharap Evolenia terus berkembang dan mampu melahirkan lebih banyak pembicara hebat di masa depan, bukan hanya di bidang public speaking, tetapi juga pada berbagai soft skill lain yang dibutuhkan generasi muda.
Melalui kelas-kelas seperti “Public Speaking Sharing: From Nervous to Notable” ini, Evolenia.id dan PT. Komunitas Peneliti Alinea menunjukkan komitmennya untuk mendukung anak muda Indonesia agar tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berani bersuara dan mampu menyampaikan ide secara meyakinkan di ruang publik.
