BANGKALAN, ALINEAZONA – Tim mahasiswa Pendidikan IPA Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar workshop terkait pembuatan tempe bersama siswa dari SMPN 1 Tragah guna membangun kreativitas dan kemandirian serta menumbuhkan kecintaan siswa terhadap makanan tradisional Indonesia. Adanya workshop ini menjadi bagian dari tugas pengabdian ASMEN kelompok SMPN I Tragah yang digawang oleh Andre Ramdani Setiawan, Ayu Azizah Mharani, Jihan Ardillah Durrotul Nasah, Nur Afifatul Izza, serta Muchammad Syariel Hidayat.
Kegiatan workshop pembuatan tempe yang berlangsung pada tanggal 7 November 2025 di SMPN 1 Tragah disambut antusias dan mendapat dukungan penuh dari kepala sekolah SMPN 1 Tragah. Acara ini sebagai langkah memperkenalkan cara pembuatan tempe untuk menumbuhkan rasa cinta siswa terhadap makanan tradisional Indonesia, selain itu sebagai bekal kemandirian bagi siswa. Melalui kegiatan ini para siswa kelas 7 dan 8 SMPN 1 Tragah mendapat pengalaman praktik langsung sehingga dapat memahami proses pembuatan tempe secara mendalam.
Workshop ini diawali dengan pembukaan oleh kepala sekolah SMPN 1 Tragah. Kemudian dilanjutkan dengan sesi pengenalan makanan tradisional tempe oleh narasumber dari tim mahasiswa pendidikan IPA. Dalam sesi tersebut narasumber menjelaskan terkait sejarah, proses pembuatan yang melalui tahap fermentasi, serta berbagai manfaat bagi kesehatan dari makanan yang berbahan dasar kedelai yang biasa dikenal dengan tempe oleh masyarakat luas.
Suasana kegiatan workshop semakin menarik saat proses demonstrasi berlangsung, yaitu proses pembuatan tempe yang dilakukan oleh narasumber. Siswa diberi kesempatan terlibat secara langsung setelah melihat tahapannya, untuk mempraktikkan cara pembuatan tempe. Saat proses pembuatan siswa terlihat antusias, mulai dari tahap mencuci kedelai, merebus, hingga mencampurkan dengan ragi dan proses pembungkusan.
Berdasarkan pemaparan salah satu tim penyelenggara “Kegiatan workshop ini bertujuan untuk meningkatkan jiwa kreativitas dan kemandirian bagi siswa SMPN 1 Tragah. Melalui kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk memperkenalkan makanan tradisional Indonesia serta manfaatnya bagi siswa SMPN 1 Tragah.
Selain itu kegiatan ini tidak hanya sebagai pengalaman baru bagi siswa SMPN 1 Tragah, namun sebagai cara menumbuhkan kerjasama, komunikasi yang baik selama proses pembuatan tempe” ungkapnya. Pelaksanaan workshop diikuti oleh siswa dari kelas 7 dan 8 Serta para guru dan staf dari SMPN 1 Tragah dan tim dari mahasiswa pendidikan IPA selaku narasumber pada kegiatan workshop yang berlangsung.
Salah satu anggota tim menjelaskan “hasil dari workshop menunjukkan bahwa siswa kelas 7 dan 8 SMPN 1 Tragah mampu melakukan proses pembuatan tempe, selain itu kegiatan ini dapat meningkatkan kreativitas dan kemandirian melalui kegiatan workshop”, ungkapnya. Dengan demikian, workshop pembuatan tempe ini dapat menjadi pengalaman yang bermanfaat dan menyenangkan bagi anak-anak SMPN 1 Tragah.
