BANGKALAN, ALINEAZONA – Dua peneliti muda dari Komunitas Peneliti Alinea (KOPI ALINEA), Isna Silfiatul Ismawati dan Emeiliya Sufiana, menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional dengan meraih Juara 1 dalam ajang Lomba Marine Scientific Writing 2025 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan (HIMALA) Universitas Trunojoyo Madura (UTM).
Kompetisi ilmiah tingkat nasional ini menjadi ruang aktualisasi bagi mahasiswa untuk menggali dan menulis gagasan riset kelautan yang inovatif, aplikatif, dan berkelanjutan. Dalam ajang tersebut, Isna dan Emeiliya menghadirkan karya ilmiah berjudul “Transformasi Limbah Cangkang Rajungan menjadi Hidroksiapatit Tulang Buatan: Inovasi Mahasiswa dalam Circular Blue Economy untuk Mendukung SDGs 2030.”
Karya tersebut mengangkat gagasan orisinal dan relevan dengan tantangan lingkungan pesisir. Bagaimana limbah cangkang rajungan yang melimpah di daerah pesisir Madura dan sekitarnya dapat diolah menjadi hidroksiapatit, bahan biomaterial penting yang digunakan dalam rekonstruksi tulang buatan. Melalui pendekatan riset sederhana namun berdampak, keduanya menunjukkan bagaimana sains kelautan dapat bersinergi dengan bioteknologi medis dalam kerangka circular blue economy.
“Kami ingin membuktikan bahwa laut bukan hanya sumber pangan, tetapi juga sumber solusi inovatif bagi kesehatan manusia. Kandungan kalsium dalam cangkang rajungan berpotensi besar untuk diolah menjadi hidroksiapatit, bahan yang bernilai tinggi untuk regenerasi tulang,” jelas Isna Silfiatul Ismawati, mewakili tim penulis.
Dalam penelitiannya, Isna dan Emeiliya menekankan pentingnya keberlanjutan sumber daya laut melalui prinsip ekonomi sirkular yakni model ekonomi yang mengubah limbah menjadi sumber daya bernilai. Inovasi ini secara langsung mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) 2030, khususnya poin ke-12 (Responsible Consumption and Production) dan poin ke-14 (Life Below Water).
Prestasi ini disambut dengan penuh kebanggaan oleh Thoriqi Firdaus, Founder KOPI ALINEA. Menurutnya, keberhasilan Isna dan Emeiliya adalah cerminan dari semangat multidisipliner yang tumbuh menggabungkan sains, nilai sosial, dan etika akademik dalam satu gerak.
“Kemenangan ini menunjukkan bahwa riset tidak hanya berbicara tentang laboratorium, tetapi juga tentang keberpihakan pada manusia dan lingkungan. Isna dan Emeiliya telah menerjemahkan sains menjadi narasi yang hidup tentang bagaimana sampah laut bisa berubah menjadi solusi kesehatan. Inilah esensi menghidupkan sains dengan nurani,” ungkap Thoriqi Firdaus.
Sebagai komunitas riset mahasiswa yang aktif di bidang literasi sains, berpikir kritis, dan integritas akademik, ia menilai kemenangan ini bukan hanya kebanggaan internal, melainkan juga bukti bahwa sains dapat dihidupkan dengan nilai kemanusiaan dan tanggung jawab sosial.
Prestasi Isna dan Emeiliya menjadi penanda bahwa generasi peneliti muda Indonesia mampu menjembatani ilmu pengetahuan dengan keberlanjutan, menghadirkan inovasi yang tidak hanya menjawab persoalan, tetapi juga menumbuhkan harapan bagi masa depan laut dan manusia.
Editor: Farah L.N.A
