BANGKALAN, ALINEAZONA – Empat mahasiswa Pendidikan IPA Universitas Trunojoyo Madura (UTM) berhasil menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tim yang menamakan diri SALVERA, terdiri atas Ibnul Mubarok sebagai ketua, serta Wardah Fitriyani, Ifa Rahmawati, dan Noraida Ameliana Putri sebagai anggota, berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa – Riset Eksakta (PKM-RE) 2025 dengan inovasi produk sunblock alami ber-SPF 35+ yang dibuat dari kulit buah salak Bangkalan (Salacca zalacca) dan gel lidah buaya (Aloe vera).
Di bawah bimbingan Dwi Bagus Rendy Astid Putera, S.Pd., M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan IPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UTM, tim ini menghadirkan ide segar yang berangkat dari kepedulian terhadap potensi lokal Madura. Mereka ingin menunjukkan bahwa bahan-bahan alami yang sering dianggap limbah ternyata dapat diolah menjadi produk bermanfaat dan bernilai ekonomi tinggi.
“Awalnya kami sempat kebingungan saat proses pendaftaran proposal PKM karena belum banyak tahu tentang penyusunan riset. Namun, dengan bimbingan dan kerja sama tim, akhirnya kami bisa lolos pendanaan PKM 2025. Kegiatan ini kami jalankan sekitar empat bulan, dimulai sejak Juli 2025. Kami memulai dengan survei ke kebun salak di Bangkalan dan bekerja sama dengan pengusaha oleh-oleh untuk mengumpulkan kulit salak,” cerita Ibnul Mubarok, ketua tim SALVERA.
Ia melanjutkan, dari proses tersebut tim kemudian melakukan serangkaian uji di laboratorium, mulai dari fitokimia, uji kadar air, uji antioksidan, hingga pengujian nilai SPF. “Hasilnya cukup mengejutkan. Dari uji fitokimia, kami menemukan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan fenol yang ternyata memiliki kadar antioksidan tinggi. Ini artinya, limbah kulit salak yang selama ini dibuang begitu saja, sebenarnya memiliki kemampuan melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet,” tambahnya.
Penelitian dilakukan di Laboratorium Terpadu Universitas Trunojoyo Madura dengan tahapan yang sistematis dan terukur. Hasil riset menunjukkan bahwa kombinasi antara ekstrak kulit salak dan gel Aloe vera dapat menghasilkan formulasi sunblock yang stabil, aman, dan memberikan efek melembapkan alami. Produk yang dikembangkan diberi nama SALVERA, singkatan dari Salacca zalacca dan Aloe vera, yang menggambarkan perpaduan dua bahan utama tersebut.
Selain menghasilkan produk sunblock alami, program ini juga menargetkan beberapa luaran penting, di antaranya publikasi artikel ilmiah terindeks Sinta, pembuatan akun media sosial edukatif sebagai sarana diseminasi informasi, serta pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas formulasi produk yang dikembangkan.
Dosen pembimbing, Dwi Bagus Rendy Astid Putera, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap pencapaian tim. “Saya bangga melihat semangat riset dan kerja keras tim SALVERA. Mereka mampu menggabungkan riset ilmiah dengan potensi lokal Madura dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat. Saya optimis mereka bisa melangkah lebih jauh hingga ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS),” ujarnya.
Inovasi yang dilakukan tim SALVERA sejalan dengan semangat PKM-RE 2025, terutama dalam bidang kesehatan dan gizi masyarakat serta pelestarian lingkungan. Melalui karya ini, mahasiswa UTM membuktikan bahwa penelitian tidak hanya berhenti pada teori, tetapi juga dapat menghadirkan solusi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, tim SALVERA berkomitmen menjadikan hasil risetnya sebagai langkah awal menuju pengembangan produk kecantikan alami yang ramah lingkungan dan berdaya saing tinggi. Inovasi ini juga menjadi bukti bahwa dari Madura, lahir ide-ide kreatif yang mampu bersaing di kancah nasional dan menginspirasi generasi muda untuk terus berinovasi melalui riset.
