Oleh: Risky Andayani Rosediana, S.Tr.T., M.Eng
Alumni PP Al-Barokah Yogyakarta, Dosen Universitas Annuqayah
Hari ini, 22 Oktober, bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Santri Nasional sebuah momentum berharga untuk mengenang perjuangan para santri yang dengan semangat keilmuan dan keikhlasan berkontribusi bagi kemerdekaan serta kemajuan negeri.
Santri bukan sekadar identitas religius; ia adalah simbol keteguhan, keilmuan, dan pengabdian tanpa pamrih.
Menjadi santri di masa kini bukan berarti terbatas pada kitab kuning dan lingkungan pesantren. Justru di tengah era modern yang menuntut inovasi dan teknologi, santri memiliki peran strategis sebagai penggerak perubahan . Bayangkan, betapa hebatnya jika seorang santri menjadi ahli bangunan yang mampu merancang infrastruktur tahan gempa; betapa mulianya jika seorang santri menjadi dokter, ilmuwan, insinyur, atau ekonom yang membawa nilai-nilai akhlakul karimah dalam setiap profesinya.
Sebagai dosen di universitas yang berbasis pondok pesantren, saya beruntung dapat menyaksikan semangat luar biasa para mahasiswa-santri dalam menuntut ilmu, menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan ketulusan spiritual. Mereka membuktikan bahwa menjadi santri bukanlah penghalang untuk berprestasi di bidang apa pun. Justru nilai-nilai pesantren disiplin, keikhlasan, dan kemandirian menjadi fondasi kokoh yang memperkuat langkah mereka.
Namun, di balik kebanggaan itu, kita juga turut berduka atas peristiwa runtuhnya bangunan pondok pesantren di Sidoarjo beberapa waktu lalu. Sebagai pendidik di bidang Teknik Sipil, saya merasa terpanggil untuk mengingatkan pentingnya aspek keselamatan dan perencanaan struktur dalam pembangunan fasilitas pendidikan, terutama di lingkungan pesantren yang menjadi rumah bagi ribuan santri.
Tragedi tersebut semestinya menjadi pelajaran berharga agar setiap pembangunan dilakukan dengan perhitungan yang matang dan profesional, demi keselamatan para penuntut ilmu. Karena mereka bukan hanya santri mereka adalah masa depan bangsa.
Hari Santri bukanlah seremoni semata, tetapi momen refleksi : sejauh mana kita, sebagai santri dan bagian dari dunia pendidikan, telah berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa?
Santri yang cerdas, berintegritas, dan berakhlak akan menjadi bagian penting dalam membangun Indonesia yang kokoh tidak hanya secara fisik, tetapi juga moral dan spiritual.
Selamat Hari Santri Nasional.
Tetaplah semangat menuntut ilmu.
Karena menjadi santri bukan berarti terbatas justru itulah yang menjadikanmu istimewa.
Keren jika kamu ahli bangunan dan kamu santri.
Keren jika kamu dokter dan kamu santri.
Keren jika kamu pemimpin masa depan dan kamu adalah santri.
