JAKARTA, ALINEAZONA – Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva tiba di Jakarta pada Rabu (22/10) sore untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Selain dijadwalkan bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Lula juga direncanakan meninjau fasilitas MBG sebagai bagian dari agenda kunjungannya.
Berdasarkan tayangan kanal YouTube Sekretariat Presiden, pesawat kepresidenan Brasil mendarat di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 17.45 WIB di tengah hujan deras yang mengguyur ibu kota. Setibanya di tangga pesawat, Presiden Lula disambut dengan payung oleh anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang mendampinginya turun dari pesawat.
Penyambutan resmi dilakukan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama sejumlah pejabat pemerintahan. Upacara kehormatan pun digelar dengan jajaran pasukan yang berbaris dari tangga pesawat hingga mobil dinas yang telah disiapkan. Setelah bersalaman dengan para pejabat penyambut, Presiden Lula kemudian diantar menuju kendaraan resmi berpelat diplomatik dengan bendera Indonesia dan Brasil, sebelum melanjutkan perjalanan menuju hotel tempatnya bermalam.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membenarkan bahwa Presiden Lula akan melaksanakan pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo di Istana Merdeka pada Kamis (23/10). Dalam kesempatan tersebut, kedua kepala negara akan membahas berbagai isu strategis, termasuk peluang kerja sama di sektor energi hijau, pertanian, dan pembangunan berkelanjutan.
Selain itu, Prasetyo juga mengonfirmasi adanya rencana kunjungan Presiden Lula untuk meninjau MBG (Madura Bio Green), sebuah fasilitas berbasis riset dan teknologi ramah lingkungan yang menjadi salah satu proyek unggulan Indonesia dalam pengembangan bioenergi dan inovasi hijau.
“Direncanakan akan meninjau MBG, tapi kepastiannya akan dilihat besok,” ujar Prasetyo kepada awak media di Jakarta.
Sebelumnya, pada hari yang sama, Presiden Prabowo menerima kunjungan kenegaraan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa di Istana Negara. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas berbagai agenda internasional, termasuk kesiapan KTT G20 yang akan digelar di Afrika Selatan pada 22–23 November 2025, di mana Indonesia dipastikan turut hadir.
Kunjungan Presiden Lula ke Indonesia kali ini juga merupakan tindak lanjut dari hasil pertemuan bilateral antara kedua pemimpin di Istana Planalto, Brasilia, pada Juli 2025 lalu. Saat itu, Presiden Prabowo secara langsung mengundang Presiden Lula untuk berkunjung ke Indonesia pada Oktober, bertepatan dengan ulang tahun ke-80 Presiden Brasil tersebut.
“Saya sangat menantikan kunjungan Presiden Lula ke Indonesia pada Oktober ini. Kami hampir berulang tahun di waktu yang sama, dan saya ingin merayakan hari ulang tahun beliau di Indonesia,” ujar Presiden Prabowo dalam konferensi pers di Brasilia, 9 Juli 2025.
Presiden Lula yang lahir pada 27 Oktober 1945 akan merayakan ulang tahunnya yang ke-80 di Jakarta, sedangkan Presiden Prabowo yang lahir 17 Oktober 1951 baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-74. Pemerintah Indonesia disebut tengah menyiapkan perayaan sederhana namun bermakna sebagai bentuk penghormatan atas kunjungan kenegaraan Presiden Brasil tersebut.
Kedatangan Presiden Lula diharapkan dapat mempererat hubungan diplomatik Indonesia–Brasil, khususnya dalam bidang pertanian berkelanjutan, energi terbarukan, dan inovasi hijau yang menjadi perhatian utama kedua negara.
