BANGKALAN, ALINEAZONA – Pembelajaran sains tidak hanya berfokus pada pemahaman konsep, tetapi juga dapat dikemas secara kreatif, kontekstual, dan bermakna. Hal tersebut dibuktikan oleh mahasiswa Pendidikan IPA Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melalui kegiatan “Pelatihan Bioteknologi Fermentasi Tape” yang dilaksanakan di SMP Al-Kholiliyah Bangkalan dan diikuti oleh seluruh peserta didik kelas VIII.
Kegiatan ini dipandu oleh mahasiswa asistensi mengajar UTM yaitu Lutviatun Nisa, Mubsyiratul Walidah, Umi Rosyida, dan Wiwin Eka Alfianayaitudengan mengusung tema “Pelatihan Penerapan Bioteknologi Fermentasi Tape sebagai Media Pembelajaran Kontekstual di Sekolah.” Pelaksanaan kegiatan berlangsung pada 30 Oktober–4 November 2025.
Pelatihan tersebut bertujuan untuk mengenalkan bioteknologi sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sekaligus menumbuhkan semangat belajar sains melalui praktik dengan pendekatan kontekstual. Peserta didik diajak memahami bahwa ilmu pengetahuan dapat diterapkan melalui aktivitas yang berkesan dan bermanfaat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai konsep bioteknologi, manfaat bioteknologi dalam kehidupan, serta kandungan gizi tape singkong. Setelah itu, peserta didik mempraktikkan langsung proses pembuatan tape, mulai dari penaburan ragi hingga tahap penyimpanan. Aktivitas praktik ini menjadi pengalaman baru yang membantu peserta didik memahami konsep fermentasi secara konkret.
Setelah singkong difermentasi selama tiga hari, hasil fermentasi dibuka dan diolah menjadi gabin tape. Proses lanjutan ini memberi kesempatan bagi peserta didik untuk melihat secara langsung hasil kerja mereka sendiri. Gabin tape menjadi contoh penerapan bioteknologi sederhana yang memadukan pengetahuan dan keterampilan.
Sebagai luaran edukatif, tim mahasiswa UTM menghasilkan poster pembelajaran berisi informasi mengenai inovasi bioteknologi dari tape singkong menjadi gabin. Poster tersebut disosialisasikan kepada peserta didik kelas VII dan IX yang tidak mengikuti pelatihan, serta kepada masyarakat sekitar sekolah.
Guru SMP Al-Kholiliyah, Ibu Dina Mila Tika Syahra, S.Si, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini.
“Kegiatan ini sangat berkesan dan bermanfaat, peserta didik jadi lebih proaktif karena bisa mempraktikkan langsung apa yang dipelajari,” ujarnya. Menurutnya, kegiatan seperti ini mampu menumbuhkan rasa ingin tahu dan kreativitas peserta didik dalam belajar IPA.
Selain mendapatkan apresiasi dari pihak sekolah, kegiatan ini juga mendapat tanggapan positif dari mahasiswa asistensi mengajar yang terlibat langsung dalam pendampingan. Mereka menilai bahwa antusiasme peserta didik, suasana praktik yang hidup, serta keterlibatan aktif seluruh siswa menjadi nilai utama keberhasilan pelatihan bioteknologi sederhana tersebut.
Lutviatun Nisa menyoroti bagaimana metode praktik langsung membuat peserta didik lebih menikmati proses belajar. “Kegiatan ini memberi kesan yang menyenangkan dan bermanfaat, peserta didik sangat antusias dan merasa senang karena bisa belajar sambil praktik secara langsung. Suasana pelatihan yang interaktif membuat kegiatan ini terasa seru dan menambah pengetahuan.”
Hal serupa juga diamati oleh Umi Rosyida yang melihat tingginya semangat siswa dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan peserta didik terlihat sejak tahap awal pembuatan tape hingga proses pengolahan menjadi produk akhir. “Peserta didik tampak sangat antusias dan bersemangat mengikuti pelatihan biotek, mulai dari proses pembuatan tape hingga pengolahan menjadi gabin tape.”
Sementara itu, Wiwin Eka Alfiana menilai kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman, tetapi juga memperluas wawasan peserta didik terkait proses bioteknologi berbasis bahan lokal. “Pelatihan pembuatan tape di sekolah ini memberikan wawasan baru bagi peserta didik, terutama bagi mereka yang sebelumnya belum mengetahui bahwa tape dapat diolah dari bahan dasar singkong.”
Mubsyiratul Walidah menambahkan bahwa pendekatan yang digunakan dalam pelatihan membuat konsep IPA terasa lebih dekat dan mudah dipahami. “Peserta didik berpendapat bahwa pelatihan pembuatan tape merupakan kegiatan yang menarik dan mudah dipahami.”
Dengan berbagai pandangan tersebut, kegiatan ini kembali menegaskan bahwa pembelajaran sains dapat dikembangkan secara kontekstual, bermakna, dan menyenangkan. Melalui praktik bioteknologi sederhana, peserta didik tidak hanya memahami konsep dasar IPA, tetapi juga melihat penerapannya dalam kehidupan nyata sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap potensi lokal di lingkungan mereka.
