BANGKALAN, ALINEAZONA — Tiga mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Devit Dwika Putra Hari, Sari Rahmania, dan Caroline Meitha Aulia, yang tergabung dalam Program Asistensi Mengajar (ASMEN) Kelompok 14, menghadirkan inovasi pembelajaran IPA berbasis proyek di UPTD SMPN 2 Klampis, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan. Pada periode Akademik 2024/2025 ini, mereka mengusung tema “Implementasi Proyek STEM dalam Pembuatan Sistem Penyiraman Tanaman Otomatis Sederhana di Lingkungan Sekolah”.
Melalui program ini, tim ASMEN berupaya menjadikan pembelajaran IPA lebih kontekstual dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Berdasarkan hasil observasi awal, siswa masih cenderung memahami materi IPA, khususnya tentang tekanan zat cair, sebatas teori tanpa pengalaman praktik yang nyata. Untuk menjembatani hal tersebut, para mahasiswa memperkenalkan pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) melalui proyek sederhana namun aplikatif.
Kegiatan diawali dengan sesi konsultasi bersama guru pamong dan kepala sekolah, kemudian dilanjutkan dengan persetujuan dosen pembimbing lapangan. Setelah itu, mahasiswa menyiapkan media pembelajaran berupa presentasi PowerPoint yang menghubungkan konsep tekanan zat cair kelas IX dengan rancangan proyek sistem penyiraman tanaman otomatis. Pada tahap ini, siswa dikenalkan pada prinsip dasar kerja sistem penyiraman menggunakan pipa berlubang yang memanfaatkan tekanan air dan gaya gravitasi.
Setelah penguatan konsep, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok, masing-masing beranggotakan enam orang. Didampingi Devit, Sari, dan Caroline, para siswa merancang serta merakit sistem penyiraman otomatis sederhana. Mereka terlibat langsung dalam pengukuran pipa, pelubangan, pemasangan rangkaian, hingga uji coba aliran air di area tanaman hias sekolah. Di sisi lain, siswa juga didorong untuk mendokumentasikan proses dan menyusun laporan hasil kegiatan sebagai bagian dari pengembangan literasi sains dan keterampilan komunikasi.
“Kami ingin siswa melihat bahwa pembelajaran IPA tidak hanya sebatas teori, tetapi dapat diterapkan dalam proyek sederhana yang bermanfaat untuk lingkungan sekolah,” ujar perwakilan Tim Pelaksana ASMEN Kelompok 14, Devit Dwika Putra Hari, didampingi Sari Rahmania dan Caroline Meitha Aulia.
Guru pamong SMPN 2 Klampis memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, proyek sistem penyiraman tanaman otomatis tersebut sangat relevan dengan kebutuhan lingkungan sekolah serta mampu menumbuhkan kreativitas dan kepedulian siswa terhadap tanaman dan pengelolaan air. Ia juga berharap model pembelajaran berbasis proyek seperti ini dapat dikembangkan pada topik-topik IPA lainnya.
Hasil akhir kegiatan berupa sistem penyiraman tanaman otomatis sederhana yang dapat digunakan untuk merawat tanaman hias di lingkungan sekolah. Selain produk utama, luaran kegiatan juga mencakup video dokumentasi, poster edukatif, media pembelajaran, serta produk Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa alat penyiraman otomatis yang dilengkapi label informasi dan kode QR berisi panduan penggunaan.
Melalui proyek ini, mahasiswa ASMEN UTM berharap siswa tidak hanya semakin memahami konsep tekanan zat cair, tetapi juga memperoleh pengalaman praktik yang bermakna, terbiasa berpikir ilmiah, dan termotivasi untuk terus berinovasi dengan pendekatan STEM dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
