BANGKALAN, ALINEAZONA — Kabar membanggakan datang dari keluarga besar KOPI ALINEA. Sittiy Muizze berhasil meraih Juara 1 Lomba Bulan Sosiologi Kategori Esai dengan karya bertajuk “Ilusi Perlindungan: Mengurai Kegagalan Struktural SATGAS PPKS dalam Mewujudkan SDG 5 Kesetaraan Gender.” Prestasi ini menegaskan komitmen generasi muda dalam mengkritisi isu-isu ketidakadilan gender sekaligus mendorong terciptanya ruang yang lebih aman dan setara.
Dalam esainya, Sittiy mengulas secara kritis peran Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) yang idealnya menjadi garda depan perlindungan korban di lingkungan pendidikan. Ia menyoroti adanya “ilusi perlindungan” ketika struktur, mekanisme, dan implementasi kebijakan belum sepenuhnya berpihak pada korban, sehingga tujuan besar SDG 5: Kesetaraan Gender berjarak dari realitas di lapangan.
Pendekatan analitis yang digunakan Sittiy tidak hanya menampilkan kritik, tetapi juga menawarkan refleksi dan dorongan perubahan. Melalui tulisannya, ia mengajak pembaca untuk melihat kembali bagaimana kebijakan, budaya kampus, dan struktur kekuasaan berpengaruh terhadap keberanian korban bersuara serta efektivitas Satgas PPKS dalam menjalankan mandatnya.
Founder sekaligus Director PT Komunitas Peneliti Alinea, Thoriqi Firdaus, menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian tersebut. “Saya menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Sittiy Muizze atas capaian Juara 1 dalam Lomba Bulan Sosiologi. Esai yang ia tulis tidak hanya menunjukkan ketajaman analisis akademik, tetapi juga keberanian untuk mengkritisi struktur yang selama ini dianggap ‘melindungi’ namun sering kali belum cukup berpihak pada korban. Bagi kami di KOPI ALINEA, suara-suara kritis seperti ini sangat penting untuk mendorong perubahan nyata dalam isu kesetaraan gender dan perlindungan di ruang pendidikan,” ujar Thoriqi.
Ia menambahkan bahwa prestasi ini diharapkan menjadi pemantik bagi lebih banyak peneliti dan penulis muda untuk berani bersuara.
“Prestasi Sittiy menjadi pengingat bahwa anak muda punya peran strategis dalam mengawal keadilan dan kemanusiaan. Kami bangga dapat menjadi ruang tumbuh bagi talenta seperti Sittiy, dan berharap karyanya dapat menginspirasi lebih banyak peneliti muda untuk terus menulis, bersuara, dan berjejaring demi terwujudnya SDG 5: kesetaraan gender yang tidak hanya berhenti di dokumen, tetapi hadir dalam praktik,” tambahnya.
KOPI ALINEA menyampaikan selamat dan sukses kepada Sittiy Muizze atas prestasi gemilang ini. Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Alinea, sekaligus bukti bahwa karya ilmiah dan esai kritis dapat menjadi medium penting untuk menyuarakan keadilan, kesetaraan, dan perlindungan terhadap kelompok rentan di ruang pendidikan dan masyarakat luas.
