Dari Mahasiswa hingga Guru SMA, Pelatihan TOEFL KOPI ALINEA Tinggalkan Kesan Mendalam
Kegiatan pelatihan TOEFL yang diselenggarakan oleh Komunitas Peneliti Akademi Literasi Sains dan Budaya (KOPI ALINEA) resmi ditutup setelah berlangsung kurang lebih satu bulan dengan beberapa kali pertemuan intensif. Program ini dihadiri oleh peserta dari berbagai kalangan, baik anggota internal maupun masyarakat umum, yang sama-sama memiliki semangat untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. Dalam sambutannya, Siti Aminatus Sholeha selaku CEO KOPI ALINEA menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta dan mentor, sekaligus menekankan bahwa pelatihan ini menghadirkan dua sosok inspiratif, yaitu Farah Lailatul Nur Alifiah, peraih TOEFL 520, serta Qurratul Uyun, mahasiswa magister Universitas Gadjah Mada, yang dengan penuh dedikasi membimbing para peserta selama program berlangsung.
Tak hanya itu, Pembina KOPI ALINEA, Bapak Dwi Bagus Rendy Astid Putera, juga menegaskan bahwa “kegiatan ini memiliki nilai penting, khususnya bagi mahasiswa yang ingin menyiapkan diri menghadapi tantangan akademik dan profesional.” Bahkan beliau sendiri berkomitmen untuk mengikuti pelatihan serupa jika ada periode berikutnya sebagai bentuk dukungan nyata. Sementara itu, Founder KOPI ALINEA, Thoriqi Firdaus, juga menambahkan bahwa “pelatihan ini seharusnya menjadi awal dari gerakan bersama dalam membangun budaya bahasa inggris”. Ia mendorong agar forum diskusi yang telah terbentuk tidak berhenti di sini, melainkan terus hidup melalui agenda tukar argumen dan percakapan aktif dalam bahasa Inggris di dalam grub yang telah dibuat.
Kesan positif juga datang dari peserta luar komunitas, salah satunya Tri Linawati, guru bahasa Inggris SMA 1 Bangkalan. Ia mengaku kagum dengan semangat KOPI ALINEA yang mampu menghadirkan pelatihan berkualitas meskipun biaya yang ditetapkan sangat terjangkau. “Dengan HTM yang hanya 20 rb namun dalam beberapa kali pertemuan itu sangat berdampak”. Menurutnya, walau para mentor bukan berasal dari latar belakang formal pendidikan bahasa Inggris, mereka mampu menyampaikan materi dengan jelas, sistematis, dan inspiratif, sehingga memberikan pengalaman belajar yang berkesan.
Lebih jauh, kegiatan ini bukan hanya sekadar pelatihan TOEFL, melainkan juga wadah untuk membangun jejaring, memperkuat rasa kebersamaan, serta menumbuhkan keberanian peserta dalam menggunakan bahasa Inggris di ruang akademik maupun kehidupan sehari-hari. Antusiasme peserta yang tinggi menjadi bukti bahwa inisiatif komunitas ini benar-benar relevan dan dibutuhkan. Dengan semangat kolaborasi, KOPI ALINEA bertekad melanjutkan program-program serupa di masa depan, sehingga dapat memberikan dampak yang lebih luas, terutama dalam menyiapkan generasi muda yang berdaya saing global.
