BANGKALAN, ALINEAZONA – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) kembali menggelar ajang kompetisi bergengsi bertajuk Trunojoyo Creative Competition (TCC) 2025, yang mempertemukan mahasiswa lintas disiplin dalam ruang kolaboratif antara teknologi, riset, dan kepenulisan ilmiah. Kegiatan ini diinisiasi oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tripel C (Creative Computer Community) bekerja sama dengan PT Komunitas Peneliti Alinea (Kopi Alinea), lembaga riset dan publikasi akademik yang aktif membina peneliti muda di Indonesia.
Pelaksanaan TCC berlangsung selama lebih dari satu bulan, dimulai pada 1 September 2025 dan berakhir pada malam pengumuman pemenang tanggal 19 Oktober 2025 di Aula Rektorat Universitas Trunojoyo Madura. Selama periode tersebut, berbagai kegiatan akademik dan pembinaan ilmiah dilakukan, mulai dari seleksi proposal, hingga webinar Nasional.
Menurut Riki, Ketua Umum Tripel C, kompetisi ini dirancang untuk menumbuhkan minat mahasiswa dalam kepenulisan dan penelitian berbasis teknologi. “Tujuan utamanya adalah mengetahui minat mahasiswa dalam dunia kepenulisan dan riset. Melalui kegiatan ini, kami ingin mahasiswa tidak hanya menulis, tetapi juga menguji gagasan mereka secara ilmiah dan berbasis data,” ujar Riki saat ditemui usai acara penutupan.
TCC 2025 mengangkat tema “Transformasi Pendidikan di Masa Depan dengan Revolusi Teknologi Terbarukan.” Tema ini dianggap relevan dengan perubahan paradigma pendidikan yang semakin digital dan kolaboratif. Riki menuturkan, topik tersebut dipilih karena menggambarkan keterkaitan antara inovasi teknologi dan dinamika pembelajaran modern. “Teknologi dan pendidikan adalah dua hal yang saling menguatkan. Ketika pendidikan berkembang, teknologi ikut mempercepatnya,” jelasnya.
Salah satu momen penting dalam rangkaian TCC 2025 adalah Webinar Kolaboratif Internasional yang diselenggarakan pada 6 September 2025. Kegiatan bertajuk The Architectonics of Scholarly Writing: Advanced Strategies for Precision, Persuasion, and Impact”, webinar ini menghadirkan dua narasumber internasional dari universitas terkemuka dunia: Karina Natalie, M.Biotech dari University of Cambridge, Inggris, dan Stephanie, M.Biotek dari University of New South Wales, Australia.
Webinar tersebut menjadi ajang pembekalan bagi peserta lomba dan masyarakat akademik yang tertarik mengembangkan karya ilmiah bereputasi. Dalam sesi ini, para pakar berbagi strategi menulis artikel yang kuat secara metodologis, beretika, serta berpotensi dipublikasikan di jurnal internasional.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata TCC dalam memperluas wawasan akademik mahasiswa, sekaligus membuka jejaring global. Antusiasme peserta sangat tinggi, dengan ratusan pendaftar dari berbagai kampus di Indonesia yang mengikuti webinar secara daring.
Founder & Director of PT Komunitas Peneliti Alinea, Thoriqi Firdaus, yang juga menjadi Opening Speech pada webinar sekaligus juri Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) TCC 2025, menilai bahwa kegiatan ini memperlihatkan pentingnya sinergi antara riset, kepenulisan, dan jejaring akademik internasional. “Kami ingin mahasiswa Indonesia memiliki cara pandang global dalam menulis. Webinar ini bukan sekadar teori, tetapi ruang belajar bersama dengan standar ilmiah dunia,” ujarnya.
“Kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa dunia riset tidak memiliki batas. Selama mahasiswa mau belajar dan berjejaring, mereka bisa menulis dan meneliti setara dengan mahasiswa di universitas top dunia,” tambahnya.
Proses persiapan kompetisi telah dimulai sejak pertengahan Juli 2025. Panitia menyusun tahapan seleksi ketat mulai dari pengumpulan abstrak, penilaian proposal, hingga presentasi final pada Oktober. Selain LKTI sebagai agenda utama, TCC juga menghadirkan lomba desain grafis dan web design, menjadikannya ajang yang memadukan kreativitas dan intelektualitas mahasiswa lintas bidang. Panitia mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah peserta tahun ini, yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kegiatan kolaboratif semacam ini.
“Kami melihat mahasiswa sangat bersemangat. Banyak yang menganggap ajang ini bukan sekadar lomba, tapi kesempatan untuk berjejaring dan belajar langsung dari praktisi serta akademisi,” ujar salah satu panitia.
Puncak acara TCC 2025 ditandai dengan pengumuman pemenang LKTI pada 19 Oktober.
Setelah melalui proses seleksi ketat, tiga tim terbaik berhasil meraih posisi juara melalui karya yang dinilai inovatif, aplikatif, dan memiliki relevansi tinggi terhadap tema lomba.
Daftar Pemenang TCC 2025:
- 🥇 Juara Pertama “Butterfly Effect” Judul: Perancangan Prototipe Aplikasi Pembelajaran Matematika dan Sains untuk Siswa SMK Menggunakan Design Thinking Tim: Farah Akmalia Maylani, Mukhlis Ainur Rahman, Fadli Maghfirli
- 🥈 Juara Kedua “Win Win Solution” Judul: Development of Digital Learning Media on Geometry Material to Improve Junior High School Students’ Mathematical Reasoning Skills Tim: Citra Arifia Novi Ananta, Kardynan Parulian
- 🥉 Juara Ketiga “Aetherwave” Judul: Utilization of Generative AI (ChatGPT) and Its Implications for the Originality of Student Assignments Tim: Mohammad Ali Danial, Aulia Nurrohmah, Qurrotul Aini
Ketiga karya tersebut merepresentasikan spektrum inovasi yang luas mulai dari pengembangan aplikasi pembelajaran berbasis design thinking, inovasi pedagogi digital, hingga refleksi kritis terhadap penggunaan kecerdasan buatan dalam pendidikan.
Menurut Thoriqi Firdaus, kolaborasi antara Tripel C dan Kopi Alinea tidak hanya menghasilkan karya kompetitif, tetapi juga membangun ekosistem riset dan inovasi yang berkelanjutan di lingkungan kampus. “Inovasi tidak lahir dalam ruang tertutup. Ia tumbuh dari kolaborasi lintas bidang antara teknologi, pendidikan, dan penelitian. Kegiatan seperti ini memperlihatkan bagaimana mahasiswa bisa belajar menerapkan metode ilmiah sekaligus mencipta solusi konkret,” tuturnya.
Ia menekankan pentingnya membiasakan mahasiswa untuk berpikir kritis, berani menguji ide, dan tetap menjaga etika akademik. Hal tersebut menjadi landasan bagi Kopi Alinea untuk terus mendukung kegiatan serupa di berbagai kampus di Indonesia.
Menutup acara, Riki menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat mulai dari universitas, sponsor, hingga mitra eksternal. Ia berharap kolaborasi ini tidak berhenti di TCC 2025 saja, melainkan berlanjut dalam bentuk pelatihan, pendampingan riset, dan publikasi ilmiah bersama.
“Kami ingin Tripel C dan Kopi Alinea terus bekerja sama menghadirkan ruang belajar bagi mahasiswa. Harapannya, mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tapi juga peneliti dan inovator,” ujarnya. Trunojoyo Creative Competition 2025 menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara inovasi teknologi dan literasi ilmiah dapat melahirkan ekosistem pendidikan yang kreatif, kolaboratif, dan adaptif terhadap tantangan global. Dengan dukungan universitas, komunitas, dan lembaga riset profesional, kegiatan ini membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk menulis, meneliti, dan berinovasi di kancah nasional maupun internasional.
Editor: Uktul Izza N
