BANGKALAN, ALINEAZONA – Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) memperkenalkan pembelajaran sains berbasis Augmented Reality (AR) di Taman Kanak-Kanak (TK) Anugerah Kamal, Kabupaten Bangkalan. Kegiatan yang berlangsung selama satu bulan, mulai 1 hingga 26 September ini, menjadi salah satu langkah inovatif dalam memperkenalkan teknologi pendidikan sejak usia dini.
Program ini melibatkan empat mahasiswa UTM, yakni Putri Cahya Oktaviyana dan Alvira Eka Rahel Guivara dari Program Studi Pendidikan IPA, serta Inggrit Anggraeny dan Chelci Diansari dari Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD). Melalui kegiatan ini, para mahasiswa menghadirkan pembelajaran IPA yang menyenangkan dengan bantuan teknologi AR, teknologi yang menggabungkan dunia nyata dan objek virtual tiga dimensi.
Dalam praktiknya, anak-anak diajak bereksperimen secara visual menggunakan aplikasi AR. Mereka dapat melihat berbagai objek sains seperti hewan, tumbuhan, hingga tata surya muncul di layar tablet seolah-olah berada di depan mata mereka. Pembelajaran ini menggunakan pendekatan learning by playing, sehingga anak-anak tetap aktif, tertarik, dan mudah memahami konsep ilmiah.
“Anak-anak sangat antusias karena bisa melihat langsung bentuk hewan dan tumbuhan secara tiga dimensi. Hal ini membuat mereka lebih mudah memahami pelajaran sains yang sebelumnya hanya dilihat lewat gambar,” tutur Feti Wijayanti, Kepala TK Anugerah Kamal.
Menurut Bapak Fajar Luqman Tri A., M.Pd., dosen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) UTM selaku dosen pembimbing, kegiatan ini menjadi penerapan nyata teori pembelajaran anak usia dini yang berbasis pengalaman konkret. “Augmented Reality membantu anak-anak belajar melalui pengamatan langsung dan interaksi visual. Media ini membuat sains terasa lebih hidup dan dekat dengan keseharian mereka,” jelasnya.
Sementara itu, Bapak Dwi Bagus Rendy Astid Putera, M.Pd., dosen Pendidikan IPA UTM, menambahkan bahwa penggunaan AR mampu mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah anak sejak dini. “Dengan AR, anak tidak hanya mengamati gambar pasif, tapi bisa mengeksplorasi objek secara mandiri. Ini menumbuhkan rasa ingin tahu, daya eksplorasi, dan kemampuan berpikir kritis,” ujarnya.
Pihak sekolah pun mengapresiasi kegiatan ini. Menurut salah satu guru TK, Ibu Dila, inovasi tersebut membuka wawasan baru bagi guru PAUD. “Biasanya kami menggunakan Lembar Kerja Anak, tapi sekarang anak bisa belajar langsung dengan teknologi. Mereka belajar sains sambil bermain, dan hasilnya sangat menyenangkan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai fasilitator teknologi, tetapi juga pembelajar yang ikut menanamkan nilai-nilai ilmiah, rasa ingin tahu, dan literasi digital kepada anak-anak. Diharapkan, kolaborasi antara UTM dan lembaga PAUD seperti TK Anugerah Kamal dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan pendidikan anak usia dini yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan berkarakter lokal Madura.
“Dari imajinasi menjadi kenyataan,begitulah anak-anak di TK Anugerah Kamal kini belajar sains. Dunia digital bukan lagi sekadar hiburan, tapi jendela baru menuju pembelajaran yang hidup dan bermakna.”
Author
Alvira Eka Rahel Guivara
Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Ilmu Pengetahuan Alam
