BALI, ALINEAZONA – Dua peneliti muda dari PT Komunitas Peneliti Alinea (KOPI ALINEA) yaitu Ukhtul Izza Nurfadila dan Emeiliya Sufiani, menorehkan prestasi membanggakan di ajang Nusantara Writing Festival (NWF) ke-4 yang digelar di Universitas Dhyana Pura Bali.
Dengan membawa semangat riset berkelanjutan, keduanya berhasil meraih Bronze Medal melalui karya ilmiah yang mengubah limbah laut menjadi sumber kehidupan baru bagi bumi. Judul karya mereka mencerminkan gagasan hijau nan visioner: “Biokonversi Limbah Alga Coklat (Sargassum polycystum) menjadi Biofertilizer Ramah Lingkungan melalui Pendekatan Green Agriculture untuk Mendukung SDGs 2045.”
Karya ini bukan hanya sebuah tulisan, tetapi manifestasi nyata dari kepedulian terhadap lingkungan, inovasi pemuda, dan komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Ide riset ini bermula dari kepedulian terhadap tumpukan alga coklat (Sargassum) yang sering terdampar di pesisir Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep. Limbah laut tersebut kerap dianggap sampah, padahal memiliki kandungan unsur hara yang tinggi dan berpotensi menjadi bahan baku pupuk organik cair (biofertilizer).
“Kami mulai merancang ide ini sejak bulan Juli. Awalnya kami hanya ingin mencari solusi untuk limbah laut di daerah pesisir. Tapi setelah kami analisis, alga coklat ternyata punya kandungan yang sangat potensial untuk pertanian berkelanjutan,” jelas Ukhtul Izza Nurfadila saat diwawancarai tim Alineazona.
Penelitian dilakukan di Kangean karena daerah ini kaya akan ekosistem laut dan memiliki tumpukan alga yang belum termanfaatkan. Dari situlah keduanya mulai merancang proses biokonversi sederhana menggunakan bahan alami yang ramah lingkungan.
Kompetisi Nusantara Writing Festival 4 (NWF 4) tahun ini berlangsung meriah. Diselenggarakan oleh Universitas Dhyana Pura bekerja sama dengan Lembaga Setara Prisma Nusantara, acara ini mempertemukan peneliti muda dari berbagai universitas di seluruh Indonesia.
Menurut Izza, kegiatan ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wadah berbagi gagasan lintas kampus. “Kegiatannya seru banget. Kami bertemu banyak mahasiswa dari berbagai universitas, saling bertukar pikiran, dan berbagi pengalaman tentang riset masing-masing. Bahkan ada tripnya ke Kuta dan Tanah Lot. Panitianya juga keren dalam mengemas acara ini,” ujarnya.
Puncak kegiatan digelar pada Minggu, 2 November 2025, mulai pagi hingga siang hari. Suasana tegang terasa saat sesi presentasi dimulai. Para juri memberikan pertanyaan yang tajam dan reflektif.
“Waktu presentasi jujur degdegan,” kenang Ukhtul. “Salah satu juri bertanya apakah alga coklat di sekitar Jembatan Suramadu berbau jika tidak dimanfaatkan. Kami jelaskan bahwa penelitian kami bukan di Suramadu, tapi di Kangean. Itu yang membuat diskusi jadi menarik.” Mereka menjawab dengan percaya diri bahwa penelitian tersebut masih dalam tahap awal, namun memiliki potensi ekonomi dan ekologis besar.
Malam penghargaan menjadi momen yang tak terlupakan. Setelah melalui penilaian ketat, tim dari Universitas Trunojoyo Madura diumumkan sebagai Juara Umum, dengan berbagai kategori penghargaan termasuk Bronze Medal yang diraih oleh Ukhtul dan Emeiliya.
Karya Ukhtul dan Emeiliya bukan hanya soal kompetisi, tetapi tentang keberlanjutan dan dampak sosial. Melalui pendekatan green agriculture, mereka berharap inovasi biofertilizer dari alga coklat ini dapat membantu petani di daerah pesisir sekaligus mengurangi pencemaran laut. “Kami ingin terus mengembangkan riset ini agar bisa benarbenar bermanfaat. Tidak hanya untuk lomba, tapi untuk masyarakat,” kata Ukhtul dengan nada optimistis.
Mereka juga berharap dukungan kampus dan lembaga penelitian dapat membantu proses uji laboratorium lanjutan hingga uji tanam lapangan agar produk biofertilizer ini bisa diimplementasikan secara nyata.
Nusantara Writing Festival (NWF) merupakan ajang tahunan berskala nasional yang menggabungkan kompetisi menulis, riset, dan inovasi pemuda Indonesia. Dengan tema “Membangun Generasi Literat dan Berdaya Inovasi Menuju Indonesia Emas 2045,” kegiatan ini mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menulis, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi bangsa.
Prestasi yang diraih Ukhtul Izza Nurfadila dan Emeiliya Sufiani adalah bukti bahwa semangat meneliti dan kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh dari mana saja termasuk dari kampus di ujung Madura. Mereka membuktikan bahwa menulis dan meneliti bukan hanya soal kompetisi, tetapi tentang menanam pengetahuan yang kelak tumbuh menjadi perubahan nyata bagi bumi.
Editor: Lisda Y
