BANGKALAN, ALINEAZONA – Tak hanya berprestasi di dunia penelitian, Ukhtul Izza Nurfadila, peneliti muda Kopi Alinea Universitas Trunojoyo Madura (UTM), kembali menorehkan prestasi membanggakan. Kali ini bukan di laboratorium atau ruang seminar ilmiah, melainkan di panggung sastra. Ukhtul berhasil meraih Juara 1 Lomba Baca Puisi dalam ajang “Ajang Bakat 2025” yang diselenggarakan oleh PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Kokop, di bawah naungan PC IPPNU Bangkalan .
Kompetisi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Remonah Pelajar 2025, sebuah agenda tahunan yang bertujuan menumbuhkan semangat kreatif dan percaya diri generasi muda. Mengusung konsep “Menumbuhkan Bakat, Menyemai Semangat”, kegiatan ini menghadirkan tiga cabang lomba utama: Video Dokumenter, Puisi Online, dan Pidato Online terbuka untuk pelajar se-Nusantara.
Dengan biaya pendaftaran yang sangat terjangkau, kegiatan ini mampu menarik minat ratusan pelajar untuk menyalurkan bakat mereka. Di antara peserta-peserta muda itu, nama Ukhtul muncul sebagai juara di kategori Baca Puisi , berkat penampilannya yang menyentuh dan penuh penghayatan.
“Kegiatan yang diadakan oleh PC IPPNU Kokop ini sangat membuat lebih kreatif dan mengasah kemampuan percaya diri, juga menjadi wadah bagi kami untuk menyalurkan bakat di bidang puisi,” ujar Ukhtul dengan penuh rasa syukur.
Bagi sebagian orang, sains dan sastra mungkin dua dunia yang berbeda. Namun bagi Ukhtul Izza Nurfadila, keduanya justru saling melengkapi. Dikenal sebagai peneliti muda Kopi Alinea UTM yang sebelumnya meraih Bronze Medal di Nusantara Writing Festival 4 di Bali , Ukhtul memandang puisi sebagai bentuk lain dari penelitian penelitian terhadap rasa dan nurani manusia.
“Bagi saya, menulis dan membaca puisi itu seperti meneliti perasaan. Kalau di laboratorium saya meneliti bahan alam, di panggung ini saya meneliti makna hidup,” ungkapnya sambil tersenyum.
Perpaduan antara logika ilmiah dan kepekaan sastra inilah yang membuat penampilannya begitu kuat. Ia membaca puisi dengan diksi yang tenang, ritme yang mantap, dan ekspresi yang menyentuh, membuat juri terkesima oleh pesan yang disampaikan.
Kegiatan Ajang Bakat 2025 bukan sekadar lomba, melainkan juga gerakan pelajar untuk menumbuhkan potensi diri melalui kreativitas. Melalui acara ini, PC IPPNU Kokop berupaya menanamkan nilai-nilai keberanian tampil, kolaborasi, dan ekspresi diri positif di kalangan pelajar Madura.
“Kegiatan seperti ini penting sekali. Selain melatih kepercayaan diri, juga jadi ajang bertemu dan saling mendukung antar pelajar di daerah,” jelas salah satu panitia kegiatan.
Selain kategori puisi, lomba Video Dokumenter dan Pidato Online juga mendapat sambutan luar biasa. Semua kegiatan ini merupakan bagian dari upaya IPNU-IPPNU dalam memperkuat literasi pelajar dan menyiapkan generasi kreatif di era digital.
Prestasi Ukhtul menjadi bukti bahwa pelajar Madura mampu bersinar di berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik. Sosoknya menggambarkan wajah baru generasi muda yang tidak hanya berpikir kritis, tetapi juga memiliki sensitivitas terhadap nilai-nilai estetika dan kemanusiaan.
“Saya percaya setiap orang punya panggungnya masing-masing. Bagi saya, puisi bukan sekadar karya, tapi juga ruang untuk berbagi makna,” tutur Ukhtul.
Dengan perolehan Juara 1 Lomba Baca Puisi ini, Ukhtul berharap semakin banyak pelajar yang berani mengekspresikan diri dan menumbuhkan semangat literasi di lingkungan sekolah maupun organisasi.
Melalui kegiatan Ajang Bakat 2025 , IPNU-IPPNU Kokop berhasil menghadirkan ruang baru bagi pelajar untuk menyalurkan minat dan bakat.
Bagi Ukhtul, kemenangan ini bukan sekadar trofi, melainkan pesan moral bahwa seni dan ilmu bisa berjalan beriringan .
