BANGKALAN, ALINEAZONA — Semangat inovasi dan kepedulian terhadap kesehatan terus tumbuh di kalangan mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Melalui program MBKM Youthpreneur Impact Academy yang beranggotakan tiga mahasiswa yaitu Amrillah, Lailatul Istianah, dan Rena Hazna’ Azmiansyah, tergabung dalam tim pengabdian “Manis Alami” menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertema “Pengenalan Alternatif Pemanis Alami Berbasis Daun Stevia 0 Kalori sebagai Solusi Gaya Hidup Sehat di Kalangan Mahasiswa.”
Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Sistem Informasi Pembelajaran (Lab SIP) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UTM ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi dengan antusias tinggi. Program ini bertujuan memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan melalui pengendalian konsumsi gula serta memperkenalkan STEVOLA, produk inovatif pemanis cair alami tanpa kalori hasil karya mahasiswa UTM.
Dalam sesi pemaparan, tim Manis Alami menjelaskan bahaya konsumsi gula berlebih yang dapat memicu penyakit metabolik seperti obesitas dan diabetes. Sebagai alternatif, peserta dikenalkan pada daun stevia, tanaman alami yang mengandung senyawa stevioside dan rebaudioside yaitu dua komponen utama pemanis alami yang aman bagi tubuh.
Mahasiswa juga menyaksikan secara langsung proses pembuatan produk STEVOLA, pemanis cair 0 kalori yang dikemas praktis untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari teh, kopi, hingga makanan ringan. Kegiatan edukatif ini dilengkapi dengan pre-test dan post-test sederhana serta demonstrasi penggunaan STEVOLA dalam minuman harian mahasiswa.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Banyak di antara mereka yang mengaku baru mengetahui manfaat besar stevia dan berniat beralih dari gula rafinasi ke pemanis alami. Sehingga selama sesi interaktif, muncul sejumlah pernyataan yang menggugah dan menambah wawasan peserta lain.
Beberapa mahasiswa menyoroti ciri khas daun stevia yang berwarna hijau lonjong dengan tepi bergerigi halus serta rasanya yang sangat manis meskipun tanpa gula. Mereka tertarik mengetahui bahwa daun stevia dapat dikeringkan, digiling menjadi bubuk, atau direbus untuk menghasilkan ekstrak alami yang kemudian diolah menjadi pemanis cair seperti STEVOLA.
Sebagian peserta juga menanyakan tentang keamanan konsumsi stevia dalam jangka panjang. Tim menjelaskan bahwa meskipun stevia tergolong alami dan aman, konsumsi berlebihan tetap tidak dianjurkan karena dapat menimbulkan efek ringan seperti kembung atau mual. Prinsipnya, semua pemanis termasuk yang alami sebaiknya dikonsumsi dalam batas wajar agar keseimbangan metabolisme tubuh tetap terjaga.
Menariknya, peserta juga mengungkap rasa penasaran terhadap berbagai produk stevia berperisa yang banyak beredar di media sosial. Tim menegaskan bahwa produk dengan tambahan rasa seperti anggur atau vanila biasanya tidak murni karena telah dicampur flavoring buatan atau pemanis sintetis lain. Berbeda dengan produk STEVOLA, yang sepenuhnya murni dari ekstrak daun stevia tanpa campuran gula atau bahan sintetis, sehingga aman bagi penderita diabetes maupun pelaku diet rendah kalori.
Beberapa peserta juga menyinggung mengapa banyak produk sehat di pasaran belum menggunakan stevia. Menanggapi hal itu, tim menjelaskan bahwa hal tersebut disebabkan oleh dua faktor utama yaitu rasa stevia memiliki aftertaste khas yang belum disukai sebagian konsumen, serta masih minimnya edukasi dan sosialisasi kepada produsen tentang manfaat stevia sebagai pengganti gula yang lebih sehat.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa UTM dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian masyarakat dan inovasi kewirausahaan. Melalui pengembangan STEVOLA, mahasiswa tidak hanya berinovasi di bidang produk, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan dalam membangun kesadaran gizi dan kesehatan di lingkungan kampus.
Dosen pembimbing M. Latif, S.Kom., M.T. menyampaikan apresiasi terhadap semangat tim. Inovasi seperti STEVOLA menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menghadirkan solusi nyata berbasis ilmu pengetahuan dan kepedulian sosial. Tim Manis Alami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal terbentuknya budaya hidup sehat di lingkungan mahasiswa, sekaligus memperkuat posisi UTM sebagai impact university kampus yang melahirkan generasi cerdas, sehat, dan berjiwa sosial tinggi.
Editor: Lisda Y
