MADURA – Guna meningkatkan kualitas dan daya saing mahasiswa dalam dunia akademik, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Creative Computer Club (Triple-C) Universitas Trunojoyo Madura berkolaborasi dengan Komunitas Peneliti Akademi Literasi Sains dan Budaya (Kopi Alinea) sukses menyelenggarakan Webinar Karya Tulis Ilmiah pada Sabtu, 6 September 2025. Acara yang digelar secara daring melalui platform Zoom ini berhasil menarik antusiasme peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Mengusung tema “The Architectonics of Scholarly Writing: Advanced Strategies for Precision, Persuasion, and Impact”, webinar ini menghadirkan dua narasumber internasional dari universitas terkemuka dunia: Karina Natalie, M.Biotech dari University of Cambridge, Inggris, dan Stephanie, M.Biotek dari University of New South Wales, Australia.
Acara dibuka secara resmi dengan sambutan dari Pembina UKM Triple-C, Yudha Dwi Putra Negara, S.Kom., M.Kom., yang mengapresiasi inisiatif kolaboratif ini. Dilanjutkan dengan pidato pembuka oleh Thoriqi Firdaus, S.Pd., C.Ed, Founder Kopi Alinea, yang menekankan pentingnya riset dan diseminasi sebagai kunci relevansi akademik dan dampak keilmuan yang nyata di masyarakat.
Membangun Tulisan Ilmiah Layaknya Seorang Arsitek
Pada sesi pertama, Karina Natalie dari University of Cambridge memaparkan materinya tentang “Teknik presisi metodologi academic writing”. Ia menganalogikan proses penulisan ilmiah layaknya pekerjaan seorang arsitek yang membutuhkan perencanaan matang, bukan sekadar improvisasi.
“Karya tulis ilmiah harus dirancang dengan cermat. Kita memerlukan blueprint atau kerangka tulisan, pondasi yang kokoh berupa tesis atau klaim utama, serta struktur yang logis dan koheren,” jelas Karina.
Ia memperkenalkan tiga pilar penting dalam penulisan: Presisi (ketepatan bahasa dan ide), Persuasi (kemampuan meyakinkan pembaca melalui logika, kredibilitas, dan relevansi), serta Dampak (kontribusi orisinal terhadap ilmu pengetahuan).
Menyulap Temuan Menjadi Cerita yang Menarik
Sesi kedua yang dimoderatori oleh Rifwanda Khairunnisa dilanjutkan oleh Stephanie dari University of New South Wales. Ia membagikan strategi taktis tentang bagaimana mengubah sebuah penelitian menjadi narasi yang menarik dan berbobot.
Stephanie menekankan bahwa penelitian yang baik tidak hanya berhenti pada hasil, tetapi juga pada cara mengemasnya. “Mulai dari mencari novelty (kebaruan) melalui tinjauan pustaka, merancang penelitian dengan desain yang tepat, hingga menuliskan temuan dengan jelas dan kritis,” paparnya.
Mengutip sebuah ungkapan, ia menambahkan, “A good scientist is also a good storyteller.” Menurutnya, seorang peneliti hebat mampu menjaga integritas ilmiah sekaligus menyampaikannya secara menarik, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan.
Peserta Terinspirasi dan Raih Manfaat Nyata
Webinar ini mendapatkan tanggapan yang sangat positif dari para peserta. Wardah Fitriyani, salah seorang peserta, mengungkapkan bahwa acara ini sangat bermanfaat dan relevan untuk kebutuhannya di masa depan.
“Tanggapan saya mengenai webinar kemarin itu sangat bermanfaat. Ditambah dengan adanya pemateri yang sangat berpengalaman dan expert di bidang kepenulisan. Penjelasan yang disampaikan mudah dipahami,” ungkap Wardah.
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran pemateri dari universitas ternama menjadi sumber motivasi yang luar biasa. “Pematerinya sangat luar biasa, apalagi beliau berasal dari universitas ternama yang membuat kami termotivasi untuk terus belajar, terutama di bidang sains,” tutupnya.
Secara keseluruhan, webinar ini berhasil mencapai tujuannya untuk menumbuhkan budaya akademik yang kompetitif dan kolaboratif, serta membekali mahasiswa dengan strategi penulisan ilmiah tingkat lanjut agar mampu menghasilkan karya yang presisi, persuasif, dan berdampak luas.
