Sulap Sampah Plastik Jadi Paving Block: Mahasiswa Posko 36 KKN Universitas Annuqayah Edukasi Siswa SMK Al-Muarraf Pamekasan
PAMEKASAN, ALINEAZONA — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Annuqayah Posko 36 membawa solusi inovatif untuk mengatasi masalah sampah plastik di lingkungan pendidikan. Melalui workshop pengolahan limbah, mereka membimbing para siswa SMK Al-Muarraf, Desa Bicorong, untuk mengubah sampah plastik menjadi paving block yang bernilai guna.
Kegiatan yang digelar pada Kamis (18/9/2025) ini diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa, guru, hingga kepala sekolah. Koordinator Desa Posko 36, Fakhrur Rozi Arifin, menyatakan program ini bertujuan untuk memberikan edukasi praktis kepada generasi muda.
“Kami ingin menunjukkan bahwa sampah plastik bisa didaur ulang menjadi barang yang berguna dan bernilai, sehingga tidak lagi mencemari lingkungan,” ujar Fakhrur Rozi.
Solusi Tepat untuk Lingkungan Pesantren
Inisiatif mahasiswa ini disambut hangat oleh Kepala Sekolah SMK Al-Muarraf, Bapak Ali Wafa. Menurutnya, workshop ini sangat relevan dengan kondisi sekolah yang berada di bawah naungan pesantren, di mana volume sampah harian cukup tinggi.
“Pengelolaan sampah sangat dibutuhkan di sini, apalagi SMK Al-Muarraf berada di bawah naungan pesantren yang setiap harinya menghasilkan sampah cukup banyak. Oleh karena itu pengelolaan sampah sangat dibutuhkan,” kata Bapak Ali Wafa dalam sambutannya. “Kami sangat berterima kasih kepada teman-teman KKN Universitas ANNUQAYAH yang telah mengadakan acara ini,” tambahnya.
Dari Sampah Menjadi Rupiah
Materi workshop disampaikan langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Posko 36, Ir. Aditya Dandy Firatama, S.Tr.T., M.T., M.M. Ia menjelaskan secara teknis bagaimana limbah plastik dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual.
“Sampah plastik masih bisa didaur ulang menjadi barang yang bernilai jual, jadi kita bisa mengolahnya menjadi paving block,” jelas Aditya.
Ia juga memberikan tips penting dalam pemilihan bahan baku. “Plastik yang bisa dijadikan paving block itu harus plastik murni, kalau plastik yang ada unsur aluminium foilnya itu kurang bagus,” pesannya kepada para siswa.
Praktik Langsung dan Harapan ke Depan
Para siswa tidak hanya duduk mendengarkan teori. Mereka diajak langsung untuk mempraktikkan seluruh proses pembuatan paving block, mulai dari memilah plastik hingga tahap pencetakan. Antusiasme terlihat jelas saat mereka mencoba sendiri setiap langkah yang diajarkan.
Bapak Ali Wafa berharap ilmu yang didapat para siswa dapat terus diterapkan di lingkungan sekolah untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan produktif.
“Dengan adanya kegiatan ini, saya berharap teman-teman siswa bisa mengimplementasikannya langsung di sini,” tuturnya.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dari mahasiswa KKN kepada pihak sekolah sebagai simbol kolaborasi.
Penulis: Wa’idul Hasan, dkk (Mahasiswa Posko 36 KKN Universitas Annuqayah)
Editor: Farah L.N.A
