Mahasiswa Asmen IPA UTM Sulap Singkong Jadi Media Belajar Sains: Workshop Fermentasi Tape di SMP Al-Hikam Burneh Bangun Literasi Bioteknologi dan Gizi
BURNEH, ALINEAZONA – Potensi lokal bisa menjadi sumber ilmu yang menarik jika diolah dengan kreatif. Hal inilah yang dibuktikan oleh tim Mahasiswa Asistensi Mengajar (Asmen) Program Studi Pendidikan IPA Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melalui kegiatan Workshop Fermentasi Tape Singkong di SMP Al-Hikam Burneh, Bangkalan.
Kegiatan yang dipandu oleh mahasiswi Asmen Vivin Okta Anggraeni, Wasilatun Nikmah, dan Eriqe Cantik Dwi Mauladana mengusung tema “Menggali Potensi Lokal Singkong untuk Meningkatkan Literasi Bioteknologi dan Ilmu Gizi”. Melalui pendekatan kontekstual, para mahasiswa mengajak siswa memahami proses ilmiah di balik makanan tradisional yang akrab di lingkungan mereka.
Workshop diikuti oleh perwakilan siswa dari setiap jenjang kelas. Kegiatan dibuka dengan penyampaian materi seputar bioteknologi, manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari, hingga contoh penerapan di bidang pangan. Setelah sesi pemaparan, siswa diajak mempraktikkan langsung proses pembuatan tape singkong mulai dari penaburan ragi hingga tahap penyimpanan untuk fermentasi.
Beberapa hari kemudian, siswa bersama guru dan mahasiswa membuka hasil fermentasi di lapangan sekolah. Antusiasme terlihat dari seluruh warga sekolah yang ikut mencicipi hasil tape buatan mereka sendiri. Sambil menikmati hasil praktik, mahasiswa Asmen juga menjelaskan kembali kandungan gizi tape sebagai sumber energi dan vitamin, serta proses mikrobiologinya.
Sebagai luaran edukatif, tim Asmen PIPA UTM juga membuat poster pembelajaran berisi informasi sederhana tentang bioteknologi, langkah pembuatan tape, dan kandungan gizinya. Poster tersebut dipasang di beberapa sudut sekolah agar dapat menjadi sarana belajar berkelanjutan bagi siswa.
Salah satu guru SMP Al Hikam yakni Ibu Allisa Windia Putri Lestina, S.Pd mengapresiasi kegiatan ini. “Fermentasi tape yang dilakukan menghasilkan rasa dan tekstur yang pas. Berkat kegiatan ini, siswa dan guru mendapat wawasan baru tentang pemanfaatan potensi lokal di sekitar sekolah,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Asmen PIPA UTM berhasil menghadirkan pembelajaran IPA yang kontekstual, kreatif, dan menyenangkan. Potensi lokal seperti singkong pun terbukti bukan hanya bernilai ekonomi, tetapi juga dapat menjadi jembatan untuk menumbuhkan kecintaan siswa terhadap sains dan budaya lokal.
Editor: Ainunnuril Amelia
